Tips / Cara Merawat Genset dan Solusi Jika Genset Bermasalah

Apabila listrik rumah padam, maka hal yang pertama terlintas adalah menyalakan genset. Hal ini dilakukan agar kebutuhan pasokan listrik pada gedung atau rumah Anda, selalu terpenuhi dengan baik. Lalu bagaimana jadinya jika genset yang Anda miliki bermasalah, bagaimana pula cara merawat genset tersebut :

 

  • Melakukan pemanasan genset

Untuk merawat mesin genset, mengingat mesin ini tidak selalu digunakan setiap hari, maka Anda tetap harus melakukan pemanasan terhadap mesin tersebut. Proses pemanasan ini dapat dilakukan minimal 1 kali dalam seminggu. Seperti umumnya pemanasan, maka Anda harus menekan tombol starting, pada mesin tersebut. 

Tapi bagaimana jika tombol start tidak dapat menyala. Jangan khawatir, ada beberapa hal yang dapat Anda periksa dalam hal ini, yaitu :

  • Baterai aki genset 

Coba cek bagian aki pada genset, siapa tahu, akinya kurang atau tekor, sehingga mesin tidak dapat menyala. 

  • Mesin jammed / macet

Jika mesin yang tengah beroperasi tiba-tiba mati, dan sulit dihidupkan kembali, mungkin hal ini disebabkan oleh overheating atau kepanasan. Kondisi seperti ini disebut dengan ‘jammed’. 

  • Bahan bakar tercampur dengan air

Yang tidak disadari adalah, terkadang bahan bakar yang digunakan tercampur dengan air, jika hal ini terjadi, maka akan timbul karat di dalam mesin, yang nantinya akan mengganggu sistem kerja mesin itu sendiri. 

Untuk mengatasinya, sebaiknya kuras tangki, dan keringkan. Kemudian pasang dan isi kembali dengan bahan bakar yang baru. Tambahkan juga water separator, pada bagian saluran bahan bakar genset. 

  • Jalur bahan bakar tersumbat

Jika starter tidak dapat menyala, kemungkinan disebabkan oleh jalur bahan bakar tersumbat. Umumnya hal ini terjadi karena adanya endapan partikel halus, yang ada pada solar, atau BBM jenis lainnya. 

  • Genset jarang dipanaskan 

Ketika genset tidak menyala, bisa saja hal tersebut terjadi karena mesin tersebut jarang dipanaskan. Cara mengatasinya adalah dengan menambahkan oli pelumas mesin. 

  • Masuk angin 

Tidak hanya manusia saja yang bisa masuk angin, mesin genset juga bisa masuk angin. Terutama mesin genset bertenaga diesel. Penyebabnya tidak lain lantaran karena pada saluran injeksi bahan bakar terisi oleh udara. Ini yang kemudian mengakibatkan tekanan solar pada mesin jadi berkurang, dan tidak dapat mengalir dengan baik, hingga ke ruang pembakaran.  

 

  • Periksa aki genset

Langkah berikutnya untuk merawat mesin genset adalah dengan memeriksa bagian aki genset. Caranya adalah dengan :

  1. Selalu mengecek permukaan air elektrolit aki, pastikan kondisi air selalu dalam level yang cukup. Ketika air berkurang, sebaiknya tambahkan kembali, agar air selalu tetap stabil. 
  2. Selalu jaga kebersihan terminal aki, jika ada kerak, segera bersihkan menggunakan air panas.   
  3. Apabila ada baut yang kendor, maka segera kencangkan. Baut yang kendor, akan memicu kerak pada alat. 
  4. Ketika Anda rutin memanaskan genset, maka air aki akan terisi secara otomatis oleh alternator. 
  5. Apabila Anda perlu mengganti aki, sebaiknya ganti. Mengingat air aki ada usianya tersendiri, ini yang menyebabkan kondisi aki kemudian menurun.     

 

  • Periksa bahan bakar

Selalu cek bahan bakar yang ada pada mesin. Pastikan selalu terisi, dalam batas yang diberikan. Selain itu periksa juga filter bahan bakar yang ada, pastikan dalam kondisi yang baik. Pastikan juga jalur-jalur bahan bakar yang digunakan, baik, dan tidak bergesekan dengan benda apapun. Karena adanya gesekan seperti ini, akan menimbulkan kegagalan fungsi pada alat tersebut. Apabila ada keretakan atau lecet, pada fitting segera perbaiki.   

 

  • Periksa sistem kontrol 

Untuk membuat mesin jadi tambah awet, Anda juga perlu memeriksa sistem kontrol dengan baik dan rutin. Adapun pemeriksaan sistem kontrol seperti ini juga berfungsi untuk melancarkan penyaluran beban, pada alat itu sendiri. Untuk proses pemeriksaan sendiri lakukan secara teratur, pastikan pula log data dilakukan dengan benar selama mesin dipanaskan. Anda juga sebaiknya jangan lupa untuk mengembalikan sistem kontrol yang ada kembali ke normal automatic stand by (AUTO). 

  • Periksa indikator mesin

Periksa juga indikator mesin genset Anda secara berkala. Pemeriksaan seperti ini dapat dilakukan dengan memeriksa tekanan oli dan juga suhu radiator yang ada pada mesin. Cek juga kinerja performa mesin, pada saat mesin sedang dinyalakan atau pada saat dipanaskan. Anda dapat mendengarkan suara mesin, jika terjadi sesuatu pada mesin, biasanya mesin akan memberikan peringatan diri. Jadi waspadalah, jika terjadi kegagalan pembakaran / misfires, asap knalpot berlebihan, getaran, penurunan kekuatan, serta peningkatan konsumsi oli atau bahan bakar yang digunakan. Jika hal ini terjadi segera cek kondisi mesin, dan kerusakan yang tercipta. Sehingga Anda dapat mengatasinya segera.   

 

  • Periksa sistem pembuangan 

Cek juga sistem pembuangan yang ada pada mesin secara berkala. Sistem pembuangan yang dimaksud adalah memeriksa bagian knalpot mesin, dan juga asap yang dikeluarkan oleh mesin itu sendiri. Pastikan asap yang dikeluarkan terbilang normal dan tidak berlebih. 

Jika asap yang keluar berlebih, maka itu adalah salah satu tanda, bahwa kualitas bahan bakar yang digunakan kotor atau jelek. Sehingga sisa hasil pembakaran jadi pekat. Lakukan perbaikan sesegera mungkin. Caranya adalah dengan menguras, dan menggantinya dengan bahan bakar yang baru. Mungkin jika kejadian ini berlaku 1 kali tidak masalah, tapi jika berkali-kali maka kelak akan menyebabkan masalah serius pada mesin. 

 

  • Rawat sistem pelumasan

Anda juga perlu memeriksa tingkat level oli mesin ketika sedang dalam kondisi mati. Pastikan oli dalam interval yang sudah ditentukan oleh label. Jika kurang segera isi kembali, usahakan agar posisi oil dekat dengan level full, pada tanda dipstick. Sebagai catatan ketika Anda mengisi oli kembali, sebaiknya gunakan oli dengan merk yang sama. Ketika sudah digunakan, dan mesin sudah dalam kondisi mati, sebaiknya biarkan hingga 10 menit, agar pembacaan level oli jadi akurat. 

Hal ini dilakukan agar oli pada bagian atas mesin akan mengalir ke dalam bak mesin, jadi Anda akan mengetahui sampai mana oli tersebut akan digunakan pada saat mesin sedang menyala. Guna menghindari kerusakan lingkungan akibat oli yang sudah digunakan. sebaiknya oli dan filter bekas harus segera dibuang. 

 

  • Rawat sistem pendingin 

Salah satu hal penting, ketika merawat genset adalah dengan merawat sistem pendingin mesin. Hal ini harus Anda lakukan dengan hati-hati, guna menghindari kerusakan pada sirip-sirip pendingin atau yang kerap disebut dengan radiator fin. Anda dapat menggunakan kompresor udara tekanan rendah, atau aliran air ke arah yang berlawanan dengan aliran udara normal radiator, fungsinya untuk membersihkan radiator dengan baik. Proses perawatan sistem pendingin ini juga dilakukan, dengan cara memeriksa level cairan pendingin atau coolant ketika mesin sedang tidak menyala. 

Dalam merawat mesin genset, Anda juga perlu mengganti spare part secara berkala, dan pastikan juga mesin genset selalu dalam kondisi bersih. Anda dapat melakukan proses pembersihkan seperti ini minimal 1 kali dalam seminggu. 

 

Hub Kami!

Telp | WA