Kapasitas Genset yang Pas untuk Gedung dan KVA Genset nya – Banyak dari Anda yang pastinya bertanya-tanya, berapa kisaran ukuran KVA yang pas, dan sesuai dengan kebutuhan gedung yang dimiliki. Namun sebelum membahas tentang ukuran KVA yang pas, ada baiknya jika Anda mempelajari kisaran rata-rata KW atau watt yang digunakan per bulannya.

Menghitung kebutuhan genset

Seperti yang baru saja disebutkan, hal pertama yang sebaiknya Anda pelajari ketika akan membeli genset adalah memperkirakan kebutuhan listrik di gedung Anda. Anda dapat mencari informasi ini dari tagihan listrik yang ada. Misalnya saja tagihan listrik untuk gedung yang Anda kelola tersebut sekitar 8.800 watt, maka cara mengkonversikannya ke KVA adalah,

8.800 watt atau  8.8 KW / 0,8 = 11 KVA.

Jadi ketika Anda menemukan genset dengan ukuran KVA tertentu, maka Anda akan mengetahui kisaran watt atau Kilowatt yang yang dapat digunakan pada genset tersebut. Saat ini, sudah banyak sekali produsen genset berkualitas, yang sengaja memproduksi genset berukuran besar. Jadi bagi Anda yang membutuhkan genset berukuran besar, sebagai antisipasi mati listrik. Tidak ada salahnya mulai mempersiapkan dan membeli genset yang dimaksud. Kali ini, Anda dapat membeli salah satu ukuran genset yang sesuai dengan kebutuhan listrik pada gedung yang dikelola.

Menghitung kebutuhan BBM untuk genset

Setelah mengetahui ukuran genset yang pastinya disesuaikan dengan kebutuhan, berikutnya adalah menghitung berapa kebutuhan BBM atau Bahan Bakar Mesin yang akan digunakan oleh mesin genset tersebut.

Yang perlu diperhatikan disini adalah, masing-masing genset menggunakan bahan bakar tertentu, ada yang menggunakan solar, bensin, dan yang lainnya. Dalam rumus kali ini, akan digunakan konsumsi BBM solar. Sedangkan angka rumus yang akan digunakan kali ini adalah 0,21. Tentunya ini adalah angka acuan yang umum digunakan pada mesin genset, yang menggunakan bahan bakar solar, yang dihitung per Kilowatt per Jam.

= 0,21 x (KVA x jam)

Dari rumus diatas, maka misalnya Anda menggunakan kapasitas 11 KVA (11.000 VA), maka untuk mengoperasikan genset dalam waktu 1 jam, Anda membutuhkan, sekitar :

0,21 x (11 KVA x 1 jam) =   2,31 liter per jam.

Artinya, dalam 1 jam, Anda membutuhkan bahan bakar solar sekitar 2,31 liter per jam-nya. Jadi semakin besar kapasitas ukuran kapasitas genset yang akan digunakan, maka besar pula konsumsi BBM yang akan digunakan per jamnya. Apalagi, jika konsumsi BBM tersebut akan digunakan selama beberapa jam.

Untuk mengantisipasi pemborosan BBM yang akan digunakan, ketika menggunakan genset. Sebaiknya matikan konsumsi listrik yang tidak terpakai, dan jika listrik sudah kembali menyala, sebaiknya matikan kembali genset tersebut. Sehingga operasional BBM, jadi tidak terlalu mahal.

Genset 1500 KVA sd 2000 KVA

Dari penjelasan di atas, artinya semakin besar ukuran genset, pastinya pas jika digunakan untuk gedung tertentu. Misalnya saja penggunaan genset dengan ukuran 1500 KVA hingga 2.000 KVA, maka genset seperti paling pas jika digunakan pada sektor industri, seperti pabrik, atau gedung perkantoran lainnya dengan lebih dari 10 lantai.

Genset 2000 KVA sd Genset 2500 KVA

Lalu bagaimana dengan ukuran 2000 KVA hingga 2.500 KVA. Genset dengan ukuran tersebut, paling pas jika digunakan untuk mall berukuran besar, yang dilengkapi dengan beberapa restoran, dan aneka fasilitas lain di dalamnya. Ukuran ini juga dapat digunakan oleh hotel bintang 5, dengan beberapa lantai di dalamnya. Mengingat masing-masing kebutuhan per kamar hotel, apalagi untuk restoran dan yang lainnya, umumnya memakan konsumsi listrik yang cukup besar.

Genset 2500 KVA sd Genset 3000 KVA

Tidak jauh berbeda dengan genset berukuran 2.500 hingga 3000 KVA. Dimana penggunaan genset seperti ini, juga dapat digunakan oleh mall, industri dalam skala besar, atau yang lainnya.

Yang terpenting dalam hal ini adalah, ukuran yang besar, juga harus disesuaikan dengan kebutuhan serta pastinya kemampuan perusahaan dalam mengimbangi konsumsi bahan bakar yang akan digunakan.

Izin untuk penggunaan genset di atas 500 KVA

Hal lain yang perlunya Anda ketahui, ketika memilih menggunakan genset untuk kebutuhan listrik perusahaan, atau gedung, sebagai antisipasi, jika terjadi pemadaman listrik atau yang lainnya, adalah adanya aturan tentang penggunaan genset tersebut.

Seperti yang telah ditentukan oleh kementerian ESDM pada tahun 2016, maka pembangkit listrik yang menggunakan lebih dari 500 KVA, dalam 1 sistem instalasi tenaga listrik yang ada. Maka perusahan atau instansi tersebut, wajib mendapatkan izin operasi, namun ada juga aturan yang menetapkan bahwa penggunaan genset dengan ukuran tersebut, tidak perlu izin operasi. Jadi Anda yang ingin membeli genset berukuran besar, tidak ada salahnya jika mencari tahu informasi tersebut, untuk kemudian mengurusnya.

Tips tambahan ketika membeli genset

Selain memperhatikan ukuran genset yang tepat, serta mengetahui berapa biaya pembelian BBM, yang akan Anda keluarkan untuk konsumsi genset. Ada juga beberapa hal lainnya yang perlu diperhatikan ketika Anda akan membeli genset tersebut, antara lain :

  1. Tipe genset

Seperti diketahui bersama, saat ini ada 2 tipe genset yang dijual di pasaran, yaitu tipe open type, atau genset terbuka, tanpa penutup yang menyelimuti genset. Ini artinya, suara genset akan sangat terdengar jelas. Genset seperti ini paling cocok disimpan  di luar ruangan. Anda yang mempunyai usaha atau pabrik, maka genset tipe yang satu ini masih terbilang cocok.

Tipe lainnya adalah silent type, artinya genset ini sudah menggunakan tutup. Artinya ada selubung atau wadah khusus yang sengaja digunakan, untuk membuat suara genset sedikit teredam. Genset jenis ini, paling pas jika digunakan di dalam ruangan. Anda yang mempunyai gedung dengan lahan terbatas, maka dapat menggunakan genset yang satu ini dan menyimpannya di dalam gedung.

  1. Perhatikan kualitas produk dan harga produk

Seperti umumnya ketika Anda hendak membeli sebuah produk, maka Anda pun harus memperhatikan kualitas dari produk genset yang akan dibeli. Pastikan juga berbagai macam fitur yang ada, sesuai dengan kebutuhan.

Penjual yang berkualitas, biasanya tidak hanya mampu melayani, namun juga mampu menyediakan layanan perawatan genset, menyediakan aneka macam spare part yang ready stock. Sehingga ketika terjadi sesuatu dengan genset Anda, maka pihak penjual tahu bagaimana cara mengatasinya.

  1. Layanan purna jual

Tidak ada salahnya, jika Anda juga menanyakan apakah ada layanan purna jual untuk produk genset yang akan dibeli. Layanan yang satu ini akan membantu Anda untuk menjual produk genset yang lama, agar dapat ditukar dengan produk genset yang baru.

Satu hal yang pasti, ketika Anda hendak membeli genset secara tepat. Selain sebelumnya sudah mengetahui tentang ukuran konsumsi genset, ukuran konsumsi kebutuhan BBM, dan yang lainnya. Tidak ada salahnya jika Anda tetap berkonsultasi dengan pihak penjual. Pastikan Anda bekerja sama dengan penjual yang profesional dalam bidang penjualan genset. Agar Anda mengetahui lebih dalam tentang kelebihan dan kekurangan dari genset yang akan dibeli tersebut. Hal ini penting, agar Anda dapat memilih produk genset yang benar-benar berkualitas.

Hub Kami!

Telp | WA