Kegunaan Genset Berdasarkan KVA nya. Ingin Membeli Genset? Jangan Terburu – buru

Genset merupakan akronim dari Generator set, alat ini digunakan untuk membangkitkan listrik dengan bahan bakar tertentu. Mesin genset merupakan perangkat yang terdiri atas mesin generator atau pembangkit listrik serta mesin penggerak yang digabungkan menjadi satu dan alat ini berguna untuk menghasilkan energi listrik dengan besaran daya tertentu.

Bisa dikatakan bahwa mesin genset merupakan mesin yang digunakan untuk menghasilkan energi listrik. Generator dalam mesin ini berfungsi untuk mengubah energi kinetik (gerak) untuk kemudian menjadi energi listrik.

Saat ini generator listrik umumnya terdiri atas dua komponen utama yakni komponen rotor dan sotor. Rotor merupakan bagian dari genset yang bergerak sedangkan sotor merupakan bagian yang berada di dalam. Rotor sendiri nantinya akan berhubungan dengan poros generator dan akan berpusat pada pusat stator.

Jika dilihat dari arus listriknya, generator biasanya dibedakan menjadi dua macam yakni Generator AC atau alternator dan Generator DC yakni untuk dinamo. Pada jenis AC, arus listrik dihasilkan dari medan magnet yang berasal dari kutub magnet yang berlawanan. Pada bagian medan magnet terdapat kumparan dan kumparan tersebut berputar pada porosnya. Karena kumparan tersebut berputar maka jumlah gaya magnet yang bisa masuk ke bagian dalam kumparan juga berubah – ubah, Jika diihat dari sifat arus listrik yang dihasilkan, sebenarnya arus listrik generator AC ini merupakan arus bolak – balik dan dapat dilihat seperti bentuk gelombang.

Generator DC merupakan jenis generator yang cukup mirip dengan generator AC, namun perbedaannya terletak pada adanya komutator di bagian output. Fungsi dar komutator ini sebenarnya berguna untuk mengalirkan arus listrik yang berupa arus DC ke bagian rangkaian listrik tersebut. Walaupun generator ini berjenis DC namun sebenarnya kumparan yang dimilikinya merupakan jenis kumparan yang menghasilkan arus listrik bolak alik atau AC.

Generator set berdasarkan jenis bahan bakar serta ruang pembakaran yang digunakannya secara umum dibagi menjadi dua, yakni genset dengan bahan bakar soal atau disebut juga genset diesel serta genset dengan bahan bakar bensin. Pada genset diesel cara kerjanya menggunakan kompresi udara saat terjadinya pembakaran bahan bakar. Jenis silinder yang dimiliki genset ini umumnya berukuran dari 2 hingga 16 silinder. Semua ini tetap bergantung pada merk serta tipe genset yang anda miliki. Kelebihan yang dimiliki oleh generator diesel yakni torsi yang dihasilkan jauh lebih besar dibandingkan dengan genset yang menggunakan mesin bensin. Selain itu efisiensi bahan bakarnya juga cukup tinggi, mesin diesel juga dikenal lebih tahan banting dan tentu saja lebih murah. Namun demikian genset diesel juga memiliki kekurangan karena menggunakan bahan bakar solar maka harganya pun lebih mahal, selain itu gas hasil pembakaran juga lebih banyak yang menyebabkan pembuangannya juga lebih banyak.

Jenis genset kedua berdasarkan bahan bakar yakni jenis genset bensin. Sesuai namanya maka genset ini menggunakan bahan bakar bensin. Cara kerjanya pun berasal dari pembakaran bensin yang disuplai oleh listrik dengan tegangan tinggi. Arus listrik inilah yang kemudian menghasilkan percikan bunga api pada bagian celah busi dan berguna untuk membakar gas atau bensin saat genset sudah aktif. Jadi, genset dengan bahan bakar bensin melakukan proses pembakarannya dengan menggunakan arus listrik bertegangan tinggi dan membuat percikan api. Genset berbahan bakar bensin juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan genset dengan bahan bakar bensin yakni tingkat kebisingan yang dihasilkannya cukup rendah, selain itu performa horse power yang dihasilkan cukup tinggi dan harga jualnya pun masih lebih murah jika dibandingkan dengan genset yang berbahan bakar solar. Namun karena menggunakan bahan bakar bensin menyebabkan penggunaan bahan bakar juga lebih boros, serta daya tahan mesin yang dihasilkan juga di bawah mesin diesel. Selain itu, mesin genset dengan bahan bakar bensin tidak begitu disarankan untuk penggunaan listrik kapasitas yang besar.

Mesin genset juga dibagi lagi berdasarkan jenis KVA. KVA atau kilo volt ampere merupakan satuan daya semu atau daya sebenarnya yang ditambah dengan power aktif. Bisa dikatakan juga bahwa kVA merupakan kapasitas pembangkit akhirnya. kVA dan kW sebenarnya cukup berhubungan dimana kW merupakan satuan daya nyata. Hubungannya dinyatakan dalam rumus kW = Pf x kVA. Dimana Pf merupakan faktor daya yang terdapat pada bagian generator dan dihubungkan dengan kVA serta ratying dari kW.

Perbedaan mendasar dari kVA dan kW memang hanya terletak pada ukuran asli serta ukuran penambahan. Fungsi nyata dari kVA dan kW ini digunakan untuk mengantisipasi apabila terjadi lonjakan daya pada listrik. Selain itu trik ini juga digunakan sebagai sarana promosi agar konsumen langsung tahu berapa kWnya.

Genset 8 kVA

Genset ini merupakan jenis genset dengan ukuran kVA yang cukup kecil. Biasanya genset jenis ini dipakai untuk kebutuhan rumah tangga, kantor kecil, telekomunikasi, lighting tower hingga ruko1 lantai. Dibandingkan dengan genset yang memiliki kapasitas kVA lebih tinggi, genset dengan kapasitas 8kVA memiliki harga yang lebih rendah.

Genset 10 kVA

Genset 10 kVA biasanya digunakan untuk keperluan rumah tangga, pengelasan, penerangan proyek, lighting tower serta berbagai kegunaan lain dan daya yang dihasilkan sebesar 8kW.

Genset 13.5 kVA

Genset dengan 13.5kVA atau setara 10.8 kW digunakan untuk keperluan yang lebih luas, seperti pada penerangan di area pertambangan. Namun juga masih bisa digunakan untuk keperluan rumah tangga serta lighting tower.

Genset 15 kVA

Penggunaan genset ini bisa digunakan dalam ranah yang cukup luas misal industri rumah tangga hingga pertokoan kecil dan menengah.

Genset 17.5 kVA

Jenis genset dengan kapasitas ini bisa digunakan untuk keperluan rumah mewah, BTS, ruko 2 lantai, hoist atau crane di bawah 5 ton serta hotel kecil.

Sebenarnya bagaimana cara menentukan kVA genset yang tepat untuk kebutuhan anda? Pertama, yang perlu anda ketahui bahwa untuk menentukan daya listrik yang cocok untuk keperluan rumah anda, maka anda memerlukan 10% dari jumlah total daya listrik yang anda miliki. Misal rumah anda memiliki kapasitas daya listrik sebesar 12.000 Watt maka bisa dihitung bahwa anda membutuhkan genset dengan daya 12000 Watt + 10% hasilnya 13.200 Watt. Ini merupakan daya minimal yang harus anda miliki.

Sebagai contoh genset 25 kVA atau setara dengan 16 kW atau sekitar 16.000 Watt. Jadi seperti yang telah disebutkan tadi bahwa perhitungan genset setara dengan 10% dari kebutuhan listrik yang anda miliki. Genset 25kVA sebenarnya sudah cukup umum untuk digunakan di area perkantoran atau bank, restoran, hingga tempat proyek lain.

Saat ini bahkan ada jenis genset portable yang lebih mudah untuk dibawa dan ukurannya pun lebih kecil dengan fungsi yang sama tentu saja genset berukuran kecil lebih enak untuk digunakan dalam acara outdoor seperti perkemahan.

 

Hub Kami!

Telp | WA